Apakah Screen Time Sebabkan Autisme Pada Anak? Penjelasan Dokter

Screen time pada anak usia dini semakin meningkat seiring dengan penggunaan gawai yang semakin meluas. Hal ini telah menciptakan generasi baru yang dikenal sebagai “generasi iPad,” di mana bayi dan balita menghabiskan sebagian besar waktunya dengan perangkat digital. Meskipun layar dapat membuat anak lebih tenang, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah perkembangan. Salah satu perhatian utama adalah potensi gangguan perkembangan saraf seperti autisme akibat screen time. Namun, menurut Dr. Rafat Trivedi, dokter saraf anak dari Marengo Asia Hospitals, screen time tidak secara langsung menyebabkan autisme. Ia menjelaskan bahwa Autism Spectrum Disorder (ASD) biasanya disebabkan oleh faktor genetik dan dipengaruhi oleh lingkungan, bukan hanya oleh paparan layar.

Dr. Trivedi juga menegaskan bahwa meskipun screen time tidak menyebabkan autisme, terlalu banyak paparan layar pada anak usia dini dapat memengaruhi perkembangan bicara dan kemampuan komunikasi sosial. Keterlambatan akibat screen time dapat memperlihatkan perbaikan setelah pengurangan waktu layar diterapkan dan interaksi sosial ditingkatkan. Namun, perbedaan antara keterlambatan akibat screen time dan autisme signifikan, karena anak dengan autisme tetap akan mengalami kesulitan dalam komunikasi sosial dan perilaku berulang bahkan setelah batasan screen time dilakukan. Oleh karena itu, penanganan medis yang lebih spesifik diperlukan untuk kasus autisme.

Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk memperhatikan penggunaan gawai pada anak usia dini dan memastikan bahwa interaksi sosial dan komunikasi anak tetap terjaga. Meskipun screen time tidak langsung menjadi penyebab autisme, penggunaan yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi perkembangan anak. Ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara teknologi dan interaksi sosial dalam pertumbuhan anak.

Source link