Paparan Pestisida Pertanian dan Risiko Kanker: Studi Terbaru

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan pestisida pertanian dengan peningkatan risiko kanker, terutama di daerah-dareah yang memiliki populasi rentan secara sosial. Studi ini dilakukan di Peru dan melibatkan analisis data lingkungan, registri kanker, dan sampel biologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah dengan paparan pestisida tinggi memiliki risiko terkena kanker hingga 150 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain.

Peneliti dari berbagai lembaga seperti IRD, Institut Pasteur, Universitas Toulouse, dan Institut Nasional Penyakit Neoplastik Peru bekerja sama dalam memodelkan penyebaran pestisida selama enam tahun terakhir untuk membuat peta resolusi tinggi wilayah dengan risiko paparan tertinggi. Hasil pemodelan ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga wilayah Peru tercakup dalam zona risiko sedang hingga tinggi. Bahkan, kontaminasi pestisida tidak terbatas pada daerah pertanian saja, tetapi dapat menyebar hingga 30 hingga 50 kilometer dari sumbernya karena transportasi jarak jauh.

Meskipun bahan kimia pertanian yang dianalisis dalam studi ini belum diklasifikasikan sebagai karsinogen manusia oleh WHO, namun studi menunjukkan adanya dampak biologis yang signifikan. Pestisida dapat mengganggu proses sel yang menjaga fungsi dan identitas sel, yang dapat membuat jaringan tubuh lebih rentan terhadap faktor risiko lainnya. Risiko penyakit kanker, terutama kanker epitel endodermal dan ektodermal, meningkat secara signifikan akibat paparan pestisida.

Selain itu, temuan penting lainnya mengenai kanker hati di Peru juga menunjukkan pola klaster kanker hati yang bertepatan dengan wilayah paparan pestisida tinggi. Studi menekankan pentingnya kebijakan regulasi yang memasukkan aspek keadilan sosial-ekologis untuk melindungi populasi rentan dari dampak lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Source link