Remaja Main HP Terlalu Lama Rentan Gangguan Makan

Kebiasaan menggunakan ponsel secara kompulsif pada anak muda ternyata berkaitan erat dengan gangguan makan, ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, hingga perilaku makan berlebihan akibat dorongan emosional. Ponsel pintar telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari remaja, bukan hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai sarana untuk bergaul dengan teman, mengikuti tren, dan bahkan memantau pola makan dan aktivitas fisik. Meskipun begitu, para peneliti mengeluarkan peringatan serius terkait dampak negatif dari kebiasaan menggunakan ponsel secara kompulsif pada remaja.

Sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 52 ribu orang dengan rata-rata usia 17 tahun menunjukkan hubungan yang signifikan antara penggunaan ponsel yang bermasalah dengan gangguan makan, ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, dan perilaku makan berlebihan. Peneliti dari King’s College London menemukan bahwa remaja yang menggunakan ponsel secara kompulsif memiliki skor tinggi pada tes gejala gangguan makan di berbagai kelompok usia dan di berbagai negara.

Menurut Dr. Johanna Keeler, seorang peneliti utama dari studi tersebut, masa remaja merupakan fase kunci dalam perkembangan individu di mana identitas diri sedang dibentuk. Ponsel pintar memberikan akses yang mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain, yang pada gilirannya dapat menyebabkan rendahnya rasa percaya diri dan ketidakpuasan terhadap penampilan. Hal ini merupakan faktor risiko dalam perkembangan gangguan makan.

Data menunjukkan bahwa kira-kira satu dari empat remaja saat ini memenuhi kriteria Problematic Smartphone Use (PSU), yang merupakan pola perilaku ketergantungan pada ponsel. PSU mirip dengan kecanduan perilaku di mana seseorang merasa cemas atau tidak berdaya saat tidak menggunakan ponsel. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif dari penggunaan ponsel secara berlebihan pada remaja dan pentingnya mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kecanduan gadget ini.

Source link