Cara Anak Muda Mencintai Diri Berubah: Dari Healing ke Nabung

Minat menabung anak muda kini mengalami peningkatan seiring dengan perubahan cara pandang terhadap ‘self-love’. Sebelumnya, self-love dikaitkan dengan perawatan diri dan kesehatan mental, namun sekarang disadari bahwa kondisi keuangan juga merupakan bagian penting dari mencintai diri sendiri. Meskipun begitu, data dari OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa hanya 89 persen anak muda yang secara rutin menabung, turun dari 92 persen sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa disiplin finansial mereka masih belum stabil.

Di sisi lain, pola konsumsi anak muda masih terbilang tinggi. Banyak di antara mereka masih mengaitkan kekayaan dengan simbol material seperti rumah mewah dan mobil mewah. Hal ini menandakan bahwa terdapat ketidakseimbangan antara kesadaran akan kesehatan mental dan pengelolaan keuangan yang belum optimal, padahal tekanan finansial kerap menjadi sumber stres dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, muncul dorongan baru untuk memperluas konsep self-love ke aspek finansial, dikenal sebagai self-saving. Ini mencakup kegiatan menabung, mengatur pengeluaran, dan menghindari utang berlebihan guna melindungi diri sendiri. Pembagian pengeluaran antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan serta kebiasaan menabung secara otomatis dianggap sebagai langkah sederhana namun efektif. Pendekatan ini mulai dipandang sebagai kebutuhan, mengingat gaya hidup dan budaya konsumtif yang melanda di era sekarang.

Dengan demikian, perubahan cara pandang terhadap self-love menandai fase baru dalam gaya hidup generasi muda. Mencintai diri sendiri tidak hanya melibatkan aspek emosional, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi risiko keuangan di masa depan. Tidak hanya mengejar kesenangan jangka pendek, anak muda juga didorong untuk membangun ketahanan finansial. Hal ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan demi kesejahteraan jangka panjang.

Source link