Pencegahan dan Akses Terapi Diabetes Tipe 2 di Indonesia

Ramadhan bukan hanya saat refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat. Tetapi periode puasa dapat memberi manfaat metabolisme jika diikuti dengan pola konsumsi yang seimbang. Pola makan teratur dan sehat bisa membantu mencegah penyakit tidak menular, termasuk diabetes melitus yang masih menantang di Indonesia.

Menurut laporan IDF Diabetes Atlas 2025, sekitar 11,1 persen orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes, dengan lebih dari empat dari sepuluh orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap. Pada diabetes tipe 2, lebih dari 90 persennya orang dewasa. Kondisi ini dipengaruhi faktor sosial ekonomi, lingkungan, dan genetik. Diabetes tipe 2 mempengaruhi penggunaan glukosa sebagai energi tubuh dan umum dialami orang dewasa.

Data IDF Diabetes Atlas 2025 menunjukkan 19,5 juta orang dewasa hidup dengan diabetes tipe 2. Perubahan perilaku, pola makan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan kualitas tidur diperlukan dalam penanganan diabetes tipe 2. Akses layanan kesehatan bagi pasien diabetes di Indonesia perlu ditingkatkan melalui kolaborasi berbagai bidang.

Christophe Piganiol, Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), menggarisbawahi upaya APL dalam meningkatkan akses layanan kesehatan. APL berkolaborasi untuk membawa produk kesehatan dan terapi terbaru bagi pasien. Terapi baru seperti tirzepatide, obat dengan mekanisme kerja baru untuk diabetes tipe 2, dapat memberikan solusi inovatif.

Lebih banyak pasien diabetes tipe 2 di Indonesia diharapkan mendapatkan terapi yang sesuai dengan peningkatan akses terhadap terapi berkualitas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga berperan penting dalam memastikan terapi yang disetujui aman dan berkualitas. Dengan begitu, kualitas hidup pasien diabetes tipe 2 di Indonesia diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Source link