Setop Penularan! Pasien Campak Isolasi Meski Gejala Ringan

Dr. Kasim Rasjidi, seorang health coach dan dokter spesialis penyakit dalam, mengingatkan masyarakat yang terinfeksi campak untuk menjalani isolasi mandiri dan menghindari interaksi sosial. Campak sangat mudah menular, terutama pada anak-anak dan balita. Walaupun dewasa juga rentan terinfeksi, dr. Kasim pernah menangani kasus seorang wanita yang terinfeksi campak di hari pernikahannya.

Menurut dr. Kasim, seseorang yang terinfeksi campak umumnya tidak lagi menularkan virus setelah kondisi tubuhnya pulih. Meskipun secara teoritis, virus campak tidak menular setelah sekitar lima hari ruam muncul, proses pemulihan setiap individu dapat berbeda. Ada yang cepat pulih setelah fase akut, namun ada juga yang masih merasakan lemas meskipun gejala utama telah mereda.

Lebih lanjut, dr. Kasim menjelaskan bahwa pemulihan dari campak serupa dengan demam berdarah dengue, dimana ketika sembuh, infeksi telah selesai. Jika seseorang kembali terinfeksi campak, itu menandakan infeksi baru. Panduan yang senada juga disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni. Dia mengimbau individu yang mengalami gejala campak untuk menjauhi kerumunan dan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Individu dengan demam atau ruam kemerahan sebaiknya tidak berinteraksi dengan individu sehat dan tetap di rumah. Tindakan ini penting untuk mencegah penularan campak kepada orang lain. Dalam konferensi pers Update Kasus Campak di Indonesia, Andi menekankan pentingnya isolasi mandiri bagi individu yang dicurigai terinfeksi campak. Semua langkah ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran campak di masyarakat.

Source link