Penderita mioma dan adenomyosis kini memiliki alternatif terapi tanpa pembedahan melalui High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) di RS Abdi Waluyo, Jakarta. HIFU merupakan terapi ablasi menggunakan gelombang ultrasonik berfrekuensi tinggi yang difokuskan pada jaringan mioma tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Dengan panduan pencitraan USG real-time, terapi ini dilakukan tanpa sayatan atau tusukan, dan pasien hanya perlu sedasi ringan.
Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Abdi Waluyo, dr. Sigit Pramono, menegaskan bahwa hampir semua jenis mioma bisa ditangani dengan metode HIFU, tergantung pada lokasi dan kondisinya. Keunggulan utamanya adalah risiko perdarahan minim, komplikasi rendah, dan pemulihan cepat. Pasien biasanya menjalani prosedur selama satu hingga tiga jam, dengan rawat inap sekitar dua malam. Efek sampingnya ringan, seperti nyeri mirip kontraksi menstruasi, namun bisa diatasi dengan obat pereda nyeri sederhana.
Terapi ini direkomendasikan terutama untuk penderita mioma atau adenomyosis dengan ukuran di atas 4-5 sentimeter. HIFU juga aman bagi perempuan yang merencanakan kehamilan, karena tidak berdampak pada suplai darah ke ovarium. Selain mioma dan adenomyosis, teknologi HIFU juga digunakan untuk sejumlah kondisi lain seperti fibroadenoma payudara, kelainan implantasi plasenta, hingga beberapa jenis kanker tertentu.
Dengan teknologi ablasi berbasis ultrasound ini, terapi mioma dan adenomyosis menjadi lebih minim invasif dan memberikan pilihan terapi yang lebih modern dibandingkan pembedahan konvensional. Hal ini dianggap sebagai terobosan penting dalam penanganan kondisi tersebut. Dr. Sigit berpendapat bahwa HIFU bisa menjadi game changer dalam pengobatan mioma dan adenomyosis di masa depan.












