Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sekitar 75 ribu pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di Kota Kembang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan. Menurutnya, persoalan terbesar dalam isu kesehatan mental adalah penyangkalan, terutama dari orang tua yang enggan mengakui kemungkinan adanya masalah pada anak-anaknya. Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak akan mengumbar data tersebut secara berlebihan dan pendekatan akan dilakukan secara bertahap untuk tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat. Sebagai langkah konkrit, Pemkot Bandung akan menyinkronkan layanan kesehatan mental hingga tingkat puskesmas dan mewajibkan seluruh puskesmas memiliki layanan psikologi klinis. Assessment awal terhadap siswa akan dilakukan oleh Guru Bimbingan Konseling sebelum dirujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Psikolog akan memberikan capacity building kepada Guru BK untuk mendeteksi perubahan perilaku siswa lebih dini, seperti siswa yang awalnya ceria menjadi pendiam atau mengalami penurunan semangat belajar. Langkah ini diambil untuk menangani masalah gangguan kesehatan mental secara lebih efektif dan mencegahnya semakin meluas di kalangan pelajar Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Farhan: 75 Ribu Pelajar Terindikasi Gangguan Mental
Read Also
Recommendation for You

Penggunaan media sosial yang intens dapat mempengaruhi remaja dengan berbagai dampak psikologis, mulai dari perasaan…

Generasi Alpha, kelompok anak yang lahir antara tahun 2010 hingga 2024 atau 2025, menunjukkan ketertarikan…

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia dan dunia. Tingginya jumlah…

Sebelum perjalanan mudik dan bertemu banyak orang saat Lebaran, penting bagi orang tua untuk memastikan…








