Selama menjalani puasa Ramadhan, tubuh menghasilkan lebih sedikit asam lambung, memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk istirahat dan mengurangi peradangan. Ini adalah waktu yang baik untuk meningkatkan kesehatan usus, asalkan makanan yang dikonsumsi tidak berlebihan selama sahur atau berbuka puasa, serta asupan air dan serat mencukupi.
Dokter spesialis gastroenterologi dan Hepatologi, dr. Sheikh Anwar Abdullah, menjelaskan bahwa puasa dapat membantu tubuh dengan memproduksi lebih sedikit asam lambung, sehingga memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan mengurangi peradangan. Namun, konsumsi makanan pedas, berlemak, dan kekurangan hidrasi seringkali dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti kembung, mulas, dan sembelit. Pola makan yang berlebihan saat berbuka puasa, makanan berlemak atau pedas, serta kurangnya konsumsi air dan serat seringkali menjadi penyebab utama keluhan pencernaan. Perubahan pola tidur dan berkurangnya aktivitas fisik juga dapat mempengaruhi pencernaan dan memperburuk kondisi sembelit.
Untuk itu, dr. Sheikh Anwar menyarankan agar sahur harus seimbang dengan mengandung karbohidrat kompleks seperti oat atau beras merah, protein dari telur, ikan, atau tahu, serta buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka dan mentimun. Bagi orang dengan intoleransi laktosa, yoghurt dapat menjadi pilihan karena mengandung probiotik. Sedangkan makanan pedas dan berminyak sebaiknya dihindari karena dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan mulas. Dengan mengikuti tips ini, menjalani puasa akan lebih nyaman dan dapat meningkatkan kesehatan usus dalam bulan suci Ramadhan.












