Kasus Campak Meningkat: Alarm Serius bagi Ketua IDAI

Kasus campak terus meningkat dan mengancam nyawa, dengan data Kemenkes menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, 11.094 di antaranya terkonfirmasi laboratorium dengan 69 kematian. Lonjakan kasus campak menjadi alarm keras untuk tidak meremehkan penyakit ini sebagai ringan, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso. Menurut beliau, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru, radang otak, kebutaan, dan bahkan kematian.

Penyebab masalah kasus campak pada anak salah satunya adalah rendahnya cakupan imunisasi. Padahal, campak dapat dicegah dengan imunisasi yang tersedia secara gratis. Namun, mencapai cakupan imunisasi yang memadai bukanlah hal yang mudah. Beberapa kendala seperti kesulitan akses ke layanan kesehatan, kerusakan vaksin akibat masalah cold chain, dan penolakan atau keraguan terhadap vaksin karena mitos yang beredar di masyarakat menjadi hambatan utama.

Selain imunisasi, penting juga untuk memperbaiki nutrisi anak dengan asupan tinggi protein hewani guna memperkuat sistem kekebalan tubuh. Orang tua juga perlu mengenali tanda bahaya campak, seperti sesak napas akibat pneumonia, dan segera merujuk anak dengan gejala berat ke rumah sakit. Meningkatkan cakupan imunisasi dan perhatian terhadap kesehatan serta nutrisi anak merupakan langkah yang penting dalam mencegah penyebaran campak yang semakin mengkhawatirkan.

Source link