Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia menyoroti langkah mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, yang menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah mendapat restu dari Joko Widodo. Menurut Heru, hal ini menciptakan dinamika baru dalam politik Jawa Barat (Jabar). Heru mengenal sosok Nina dan mengikuti konstelasi politik di Jabar, terutama selama Pileg dan Pilpres 2024 di mana mereka sering berada dalam arena politik yang sama.
Pada 2024, Nina masih menjabat sebagai Bupati Cirebon dan Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Indramayu. Fakta ini menunjukkan bahwa kepala daerah yang diusung PDIP secara otomatis menjadi Ketua PDIP sesuai mekanisme internal partai.
Heru juga menyebut kekuatan PSI jika Joko Widodo bergabung dengan partai tersebut. Dalam pertemuan dengan Jokowi, Heru mendengar prediksi bahwa jika Jokowi terpilih sebagai Ketua Umum, PSI dapat mendapatkan elektabilitas sekitar 20 persen. Namun, jika Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, elektabilitas PSI diperkirakan sekitar 17 persen.
Dalam perkembangannya, Heru menyatakan telah membahas isu PSI secara spesifik di wilayah Jawa Barat. Dinamika politik semakin intens di wilayah tersebut dengan bergabungnya Nina Agustina ke PSI.












