Kematian mendadak akibat serangan jantung dan kematian mendadak akibat gangguan listrik jantung adalah dua kondisi yang berbeda menurut penjelasan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Serangan jantung biasanya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah, sedangkan kematian mendadak jantung biasanya dipicu oleh gangguan listrik jantung yang tidak teratur. Misalnya, beberapa atlet profesional dapat kolaps saat bermain, meskipun dalam kondisi fisik yang baik dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan. Gangguan irama jantung seringkali menjadi penyebab dari henti jantung mendadak. Sekitar 26,3 persen kematian jantung terkait dengan gangguan irama jantung, di mana beberapa pasien dengan penyakit jantung koroner dapat mengalami aritmia fatal yang muncul tiba-tiba akibat kerusakan otot jantung. Gangguan irama jantung bisa ringan namun juga bisa mengancam jiwa, baik dengan keluhan jantung berdegup cepat atau henti jantung dengan cepat. Tingkat keselamatan untuk aritmia fatal rendah, dengan kurang dari satu persen peluang bertahan hidup jika tidak segera diatasi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala gangguan irama jantung dan melakukan pemeriksaan lebih awal agar masalah ini dapat dideteksi sejak dini.
Perbedaan Serangan Jantung vs Kematian Jantung Mendadak: Penjelasan Dokter
Read Also
Recommendation for You

Penggunaan media sosial yang intens dapat mempengaruhi remaja dengan berbagai dampak psikologis, mulai dari perasaan…

Generasi Alpha, kelompok anak yang lahir antara tahun 2010 hingga 2024 atau 2025, menunjukkan ketertarikan…

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia dan dunia. Tingginya jumlah…

Sebelum perjalanan mudik dan bertemu banyak orang saat Lebaran, penting bagi orang tua untuk memastikan…








