Indonesia disebut mengalami peningkatan kasus gagal ginjal kronis menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2023, mencapai 638.178 jiwa. Dokter Umum Rumah Sakit Prikasih, Fatmawati, Jakarta Selatan, Gia Pratama mengingatkan bahaya minuman berwarna yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal. Gia mengatakan bahwa minuman berwarna seperti Coca-Cola atau minuman bersoda dapat memberikan tekanan ekstra pada ginjal. Ia menjelaskan bahwa ginjal bekerja seperti mencuci piring kotor, dan mengonsumsi minuman berwarna yang berlebihan dapat memberikan beban tambahan pada ginjal, menyebabkan kelelahan, dan pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal.
Gia juga menyampaikan bahwa kasus gagal ginjal kronis stadium 5 pada anak muda sebagian besar disebabkan oleh faktor gula darah dan tekanan darah tinggi, serta gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi minuman berpemanis atau berwarna yang berlebihan. Ia menegaskan bahwa konsumsi air putih yang ideal adalah 40 cc per kilogram berat badan per hari. Dengan analogi mencuci piring kotor, ia menyarankan agar konsumsi air putih mencukupi agar ginjal dapat berfungsi dengan baik.
Selain itu, Gia juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang berusia 35 tahun ke atas, untuk melakukan tindakan preventif dan mengetahui perbaikan gaya hidup yang diperlukan. Ia memperingatkan bahwa seringkali pasien baru datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah, sehingga pemeriksaan gula darah dan tekanan darah mutlak diperlukan. Dengan kesadaran akan kondisi kesehatan tubuh, pengaturan pola makan dan minum yang sehat dapat dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.












