Membedong bayi (ilustrasi). Anggapan bahwa membedong bayi dapat membuat kaki bayi menjadi normal dan tidak membentuk O atau D dinilai keliru. Menurut dokter spesialis ortopedi, itu hanyalah mitos. Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu menjelaskan kondisi kaki berbentuk O (genu varum) atau X (genu valgum) ketika baru lahir dapat membaik seiring dengan bertambahnya usia bayi tanpa adanya intervensi apapun. Namun, kondisi kaki bisa berpotensi tidak berubah apabila bayi memiliki riwayat keturunan. Membedong kaki bayi dengan sangat rapat menurutnya justru bahaya karena area bonggol di sekitar panggul dapat bergerak ke arah luar. Hal tersebut dapat memengaruhi keaktifan anak ketika berkegiatan di masa depan. Menurutnya, panjang kaki dapat berbeda sehingga gerakan anak jadi terbatas. Anak kesulitan untuk menggerakkan panggul seluas mungkin. Kalaupun bayi harus dibedong, katanya, orang tua diharapkan tidak membedong terlalu kencang dan memastikan bayi tetap dapat bergerak dengan nyaman. Kemudian dia juga mengungkit sedikit soal kebiasaan anak duduk dalam posisi W yang dapat memengaruhi pertumbuhan posisi serta sudut panggul. Kaki yang terbiasa berjalan ke arah dalam akan menyebabkan anak berjalan secara intoeing. Kebiasaan itu dapat diubah dengan rutin memberitahu anak untuk duduk bersila atau duduk di atas kursi.
Apakah Membedong Bisa Membuat Kaki Bayi Menjadi Normal?
Read Also
Recommendation for You

Persiapan fisik memiliki peran penting dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan. Sahur juga memiliki peran vital…

Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi diimbau untuk…

Mengapa Penting Makan Sebelum Latihan Angkat Beban Perdebatan seputar apakah sebaiknya makan sebelum latihan angkat…

Dokter konsultan jantung anak senior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarsa,…

Penuaan yang baik terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kesehatan fisik, koneksi emosional, dan dukungan…







