Kluster pertama dalam perkara korupsi PT Pertamina terus bergulir, dimana tiga dari sembilan terdakwa sudah menjalani persidangan. Pemeriksaan saksi untuk Terdakwa Muhammad Kerry dan 8 terdakwa lainnya telah dilakukan, dengan Jaksa Penuntut Umum Triyana Setia Putra memaparkan perkembangan terbaru dalam persidangan tersebut. Dalam persidangan, Direktur Utama Pertamina periode 2018-2024, Nicke Widyawati, dihadirkan sebagai saksi yang memberikan keterangan mendukung dakwaan JPU.
Kasus ini mencakup penyimpangan tata kelola dari sektor hulu hingga hilir, dengan salah satu temuan penting terkait Orbit Terminal Merak. Selain itu, kluster minyak mentah dan pengadaan sewa kapal juga disoroti dalam persidangan. Meski Pertamina berkomitmen mengurangi impor sejak tahun 2018, terdakwa melakukan ekspor minyak mentah dan melanggar aturan internal terkait pengadaan barang dan jasa.
JPU telah memeriksa sekitar 40 orang saksi yang mendukung uraian dakwaan, dengan rencana menghadirkan saksi lainnya untuk melengkapi gambaran penyimpangan periode 2013-2024. Meski beberapa saksi berhalangan hadir, Majelis Hakim telah menetapkan jadwal pemeriksaan ulang. Kehadiran saksi, terutama Basuki Tjahaja Purnama, dianggap penting untuk mengungkap penyimpangan dalam tata kelola PT Pertamina.












