Musim hujan sering kali membuat orang berpikir bahwa sinar matahari tidak berbahaya dan tabir surya tidak diperlukan. Namun, ahli dermatologi menegaskan bahwa sinar ultraviolet (UV) tetap dapat merusak kulit meskipun langit sedang mendung. Bahkan, sekitar 75-85 persen sinar UV dapat menembus awan dan mencapai permukaan bumi, meningkatkan risiko pigmentasi, penuaan dini, dan kanker kulit.
Dokter Banodkar dari Skin Beyond Borders di Mumbai memperingatkan bahwa individu dengan kondisi kulit tertentu seperti tahi lalat atipikal, vitiligo, atau albinisme harus lebih waspada. Tahi lalat yang rentan dapat berkembang menjadi kanker kulit tanpa perlindungan yang tepat. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya setiap hari sangat penting, terlepas dari kondisi cuaca yang sedang berlangsung.
Jadi, meskipun hujan membuat udara terasa sejuk, sel-sel kulit tetap terpapar radiasi berbahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit. Penting untuk selalu melindungi kulit dengan tabir surya, bahkan ketika berada di dalam ruangan. Kesadaran akan bahaya sinar UV selama musim hujan perlu ditingkatkan agar kesehatan kulit tetap terjaga dengan baik.












