Iklim tropis di Indonesia memberikan tantangan khusus dalam merawat kesehatan kulit kepala, terutama bagi perempuan berhijab. Cuaca panas dan lembap, ditambah kebiasaan perawatan rambut yang kurang optimal, dapat menyebabkan pressure hair. Dr. Ardhiah Iswanda, seorang dokter spesialis kulit dan trichologist bersertifikat, menjelaskan bahwa pressure hair terjadi ketika kulit kepala mengalami tekanan berlebihan akibat panas dari styling rambut, sinar UV matahari, dan faktor lainnya. Kondisi ini sering kali diabaikan oleh masyarakat dan dianggap sebagai masalah sepele.
Ia menjelaskan bahwa kulit kepala membutuhkan waktu istirahat untuk ‘bernafas’ seperti tanah. Jika terus-menerus terpapar panas dan tekanan, seperti dari penggunaan alat styling rambut, paparan sinar UV, atau pemakaian hijab dalam waktu lama, kulit kepala dan rambut bisa mengalami kerusakan yang disebut pressure hair. Salah satu tanda pressure hair yang sering muncul adalah rambut lepek dan rontok, terutama jika disertai kebiasaan sehari-hari yang kurang diperhatikan, seperti jarang mencuci atau mengganti hijab.
Dr. Ardhiah menegaskan bahwa penting untuk menggunakan sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala untuk mencegah pressure hair. Melakukan scalp test adalah langkah yang bisa dilakukan untuk mengetahui masalah pada kulit kepala masing-masing individu, sehingga produk perawatan rambut yang digunakan dapat disesuaikan. Perawatan yang tepat dapat membantu mencegah kerontokan permanen dan iritasi kulit kepala. Jadi, sangat penting bagi perempuan berhijab untuk memperhatikan kesehatan kulit kepala agar terhindar dari masalah pressure hair.












