Kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, atau kabut otak (brain fog) sering dikaitkan dengan masalah otak, tetapi sebenarnya dapat menjadi tanda awal penyakit jantung yang tidak disadari. Dokter spesialis kardiologi intervensi, dr Sanjay Bhojraj, menjelaskan bahwa gejala gangguan kognitif seperti brain fog juga bisa menjadi indikasi problem kardiovaskular yang tidak terdiagnosis. Ia mengingatkan bahwa tidak semua gangguan jantung menunjukkan gejala klasik seperti nyeri dada atau sesak napas, beberapa dapat termanifestasi melalui gangguan kognitif.
Dr. Bhojraj berbagi pengalamannya menangani seorang pasien yang mengeluhkan brain fog tanpa keluhan nyeri dada atau sesak napas. Melalui pemeriksaan lanjutan, ditemukan bahwa penanda vaskular pasien berada di luar batas normal, menyebabkan sirkulasi darah yang tidak memadai ke otak. Dokter menyadari bahwa deteksi dini gejala seperti ini dapat mencegah timbulnya masalah jantung lebih serius di masa depan.
Temuan ilmiah mendukung hipotesis bahwa gangguan ringan pada fungsi kardiovaskular dapat berdampak langsung pada kesehatan otak, termasuk memori, fokus, dan fungsi kognitif. Dokter Bhojraj mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan pada kemampuan berpikir dan daya ingat yang mungkin merupakan tanda awal gangguan jantung. Dengan memperhatikan tanda-tanda awal ini, kita dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan jantung dan otak kita.












