Buah manggis, dalam khususnya kulitnya, ternyata memiliki potensi kesehatan yang tinggi berkat kandungan senyawa bioaktif seperti xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin. Menurut Prof Sedarnawati dari IPB University, kandungan ini memiliki manfaat sebagai antioksidan alami dan memiliki potensi antidiabetes. Daging buah manggis juga tidak kalah penting dengan kandungan pektin dan polifenol yang dimilikinya. Dikutip dari keterangan tertulis, buah manggis dapat dijadikan bahan baku produk pangan fungsional dan farmasi.
Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam manggis mampu mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, strok, kanker, dan Alzheimer. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan di IPB University juga membuktikan bahwa ekstrak etanol 70 persen dari kulit manggis mampu menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang berperan dalam konversi pati menjadi glukosa. Hal ini menunjukkan potensi kulit manggis sebagai penghambat kadar gula darah dan sebagai antidiabetes.
Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan sebelum bisa menghasilkan pengembangan secara massal. Proses standardisasi, uji keamanan pangan, dan uji klinis mutlak diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan. Prof Sedarnawati telah mengembangkan berbagai produk turunan dari buah manggis, mulai dari minuman kesehatan hingga fruit leather berbasis puree daging buah yang dicampur ekstrak kulit. Dalam proses produksi, faktor-faktor seperti varietas, musim panen, teknik pascapanen, dan analisis laboratorium menjadi penentu kualitas produk.
Meski menjanjikan, pengembangan produk kulit manggis juga dihadapi berbagai tantangan seperti pasokan bahan baku yang berkelanjutan, efisiensi teknologi, pembiayaan, dan regulasi. Dengan dukungan riset terapan dan kemitraan antara akademisi dan industri, potensi kulit manggis bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan ekonomi dan kesehatan nasional. Saat ini, Manggis buah Bukalapak hanya memasok IRANI.












