Ada isu menarik terkait ketidakseimbangan hormon yang tak hanya terbatas pada kelompok lanjut usia, seperti yang sering diyakini. Fakta medis mengejutkan dari Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And-KSAAM, menunjukkan bahwa kekurangan hormon tidak mengenal batasan usia dan mulai muncul pada kelompok remaja. Gangguan hormon ini, jika tidak ditangani sejak dini, bisa berdampak pada perkembangan organ reproduksi. Contohnya, remaja dengan hormon testosteron rendah dapat mengalami masalah pada penis dan testisnya. Anak-anak dan remaja dihimbau untuk menjalani pemeriksaan hormone, terutama sebelum memasuki usia 14 tahun. Pola makan sehat dan perhatian pada perkembangan organ reproduksi anak penting untuk mencegah masalah hormon di kemudian hari. Hormon seperti testosteron ternyata memiliki peran lebih dari sekadar fungsi seksual, sehingga penting bagi kita untuk memahami pentingnya keseimbangan hormon dalam tubuh untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Deteksi Dini Mikropenis pada Remaja sebelum Usia 14 Tahun
Read Also
Recommendation for You

Persiapan fisik memiliki peran penting dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan. Sahur juga memiliki peran vital…

Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi diimbau untuk…

Mengapa Penting Makan Sebelum Latihan Angkat Beban Perdebatan seputar apakah sebaiknya makan sebelum latihan angkat…

Dokter konsultan jantung anak senior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarsa,…

Penuaan yang baik terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kesehatan fisik, koneksi emosional, dan dukungan…







