Tidur yang terganggu tengah malam seringkali dihubungkan dengan stres atau gangguan lingkungan, tetapi sebenarnya ada alasan fisiologis yang lebih dalam terkait fenomena ini. Gangguan tidur ini sering kali berkaitan dengan metabolisme tubuh saat beristirahat. Menurut Kelsey Jordan, seorang praktisi pemulihan kesehatan di The Wellness Way, Tennessee, AS, masalah ini biasanya terkait dengan gangguan regulasi gula darah. Ketidakstabilan gula darah saat kita tidur malam menyebabkan lonjakan kortisol yang memicu reaksi tubuh dan membuat seseorang terbangun tengah malam.
Kortisol, hormon stres utama, seharusnya berada pada level terendah di malam hari untuk mendukung tidur. Namun, lonjakan kortisol karena gula darah rendah justru membuat seseorang terbangun karena sifatnya yang stimulatif. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan gula darah dan kortisol untuk mendukung tidur yang berkualitas.












