Gen Z Harus Berperan Lawan Perundungan demi Kesehatan Mental

Generasi Z semakin terdorong untuk mengambil peran dalam melawan perundungan. Dalam era digital yang semakin berkembang, perundungan di kalangan Generasi Z menjadi perhatian utama karena dampaknya terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri mereka. Berdasarkan studi Journal of Affective Disorders tahun 2025, perundungan baik secara fisik, verbal, maupun siber telah terbukti berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan bahkan ide bunuh diri. Data global menunjukkan bahwa satu dari empat anak pernah mengalami perundungan dengan dampak jangka panjang.

Untuk menanggapi masalah ini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN telah menyelenggarakan acara “Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives”. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif dan keterlibatan aktif Generasi Z dalam pencegahan perundungan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan pentingnya peran negara dan pemerintah dalam melawan segala bentuk perundungan.

Generasi Z tumbuh di tengah arus informasi digital yang cepat dan terbuka, menyebabkan risiko perundungan di ruang fisik maupun digital, tekanan sosial, dan gangguan kesehatan mental. Gen Z Fest hadir sebagai wadah dialog yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan partisipasi anak muda. Berbagai kegiatan seperti diskusi interaktif, pertunjukan musik, serta keterlibatan influencer dan content creator diharapkan dapat menyebarkan pesan anti-bullying dan kepedulian terhadap kesehatan mental.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pencegahan perundungan diharapkan dapat tercapai. Peran keluarga, komunitas, dan ruang digital menjadi kunci penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi Generasi Z. Dengan demikian, diharapkan Generasi Z dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungan mereka, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas.

Source link