Departemen Kehakiman AS telah menyita kapal tanker yang disebut The Skipper yang diduga terlibat dalam jaringan pengiriman minyak ilegal dari Venezuela dan Iran. JAKSA Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, mengumumkan penyitaan tersebut dan menyatakan bahwa kapal tersebut lama dikenai sanksi karena diduga mendukung organisasi teroris asing. Bondi menjelaskan bahwa FBI, Homeland Security Investigations, dan Penjaga Pantai AS, didukung oleh Departemen Pertahanan, telah melaksanakan surat perintah penyitaan terhadap kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak dari Venezuela dan Iran yang dikenai sanksi. Operasi penyitaan dilakukan di lepas pantai Venezuela dengan aman, dan proses pengangkutan minyak yang dikenai sanksi masih dalam tahap penyelidikan.
Kapal tanker yang disita, The Skipper, diduga terlibat dalam jaringan pengiriman minyak ilegal yang mendukung organisasi teroris asing. Video singkat yang diunggah oleh Bondi menampilkan proses penyitaan kapal tersebut, dengan helikopter mendekati tanker dan personel AS naik ke atas kapal. Ketegangan antara AS dan Venezuela telah meningkat belakangan ini, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Presiden Venezuela Nicolás Maduro sebagai “diktator yang mengerikan”. AS telah meningkatkan kehadiran militer di Laut Karibia dengan pengerahan kapal perang, jet tempur, dan pesawat mata-mata, serta melakukan serangan udara terhadap kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba.
Trump juga menuduh Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba dan telah memberi wewenang kepada CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela. Sebagai upaya untuk menangkap Maduro, AS bahkan menaikkan hadiah informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro menjadi US$50 juta. Semua langkah ini merupakan bagian dari tekanan yang dilakukan AS terhadap rezim Maduro di Venezuela.












