Unggahan Balqis Soroti Jejak Zulhas dalam Isu Lingkungan

Peristiwa banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat memunculkan kembali perdebatan soal penyebab utama bencana alam tersebut. Selain menelan belasan korban jiwa dan mengakibatkan terputusnya akses jalan hingga komunikasi, bencana ini mendorong Pemerintah Aceh menetapkan status darurat bencana selama dua minggu mulai akhir November hingga pertengahan Desember 2025. Namun, reaksi masyarakat luas di media sosial justru mengarah pada sorotan tajam terhadap kebijakan sejumlah pejabat terkait, termasuk Zulkifli Hasan, Menko Pangan yang pernah menjabat Menteri Kehutanan.

Narasi yang berkembang di ruang digital banyak menyoroti soal keterkaitan antara deforestasi di Sumatera dengan perizinan yang dikeluarkan pejabat di masa lalu. Unggahan kritis dari akun Instagram Balqis Humaira menjadi salah satu yang paling ramai dibincangkan warganet. Ia menyebut langsung nama Zulkifli Hasan, menuding bahwa derita masyarakat akibat banjir dan longsor adalah buah dari keputusan dan regulasi yang pernah dikeluarkan oleh pejabat atas nama pembangunan. Ia menggambarkan betapa kampung yang terendam banjir dan rumah yang tertimbun longsor adalah konsekuensi panjang dari izin dan SK yang pernah diteken.

Sejumlah pengguna internet menilai bahwa rusaknya kawasan hutan konservasi—seperti yang terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau—bukan sekadar bencana alami, melainkan akibat dari pembukaan lahan secara ilegal yang pernah dilegalkan. Balqis menyoroti dulu kawasan hutan tersebut seluas 83 ribu hektare namun sebagian besar kini telah berubah menjadi perkebunan sawit ilegal. Ia menegaskan bahwa deforestasi menyebabkan ekosistem terganggu, sehingga banjir dan longsor semakin sering melanda kawasan tersebut. Praktik perambahan juga disebut kini makin marak dengan lemahnya pengawasan serta penegakan hukum di lapangan.

Sorotan terhadap Zulkifli Hasan terkait deforestasi di Indonesia sejatinya telah lama berlangsung. Masa tugasnya sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014 kerap diperdebatkan, khususnya mengenai kebijakannya terhadap perlindungan hutan dan konservasi. Salah satu momen yang kembali viral adalah potongan dokumenter tahun 2013 yang menampilkan aktor Dunia, Harrison Ford, secara blak-blakan mempertanyakan tanggung jawab pemerintah Indonesia soal kehancuran hutan, termasuk saat berdialog langsung dengan Zulhas. Video ini kini beredar luas lagi, dibagikan oleh berbagai akun seperti @voxnetizens yang menilai bahwa kerusakan lingkungan di Sumatera tak lepas dari kebijakan buatan manusia, bukan murni karena kemarahan alam.

Menurut unggahan tersebut, bencana alam yang kini terjadi di Sumatera merupakan dampak nyata dari kebijakan yang dilegalkan oleh manusia, terutama yang berkaitan dengan pembukaan lahan dan ekspansi sawit. Dikatakan pula bahwa kemakmuran perusahaan sawit berlangsung di atas kerusakan lingkungan yang membebani masyarakat sekitar. Sejumlah pihak menilai, selama regulasi terus menerus mengizinkan pembukaan kawasan konservasi, maka ancaman bencana akan selalu menghantui.

Isu hubungan antara bencana dan keputusan pejabat semakin mengemuka di tengah keresahan masyarakat yang berhadapan langsung dengan bahaya. Tuntutan untuk evaluasi dan perubahan regulasi pun terus disuarakan, terutama agar pengelolaan hutan dan lingkungan dilakukan secara lebih bertanggung jawab demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan