Seorang pegiat media sosial, Chusnul Chotimah, memberikan tanggapan tajam terhadap komentar Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, yang menyebut Megawati Soekarnoputri sebagai nenek-nenek yang telah lama menjabat sebagai ketua umum partai. Chusnul merasa bahwa pernyataan tersebut tidak pantas dan menilai bahwa Ahmad Ali seharusnya lebih memperhatikan posisinya sendiri di dunia politik. Dia menekankan bahwa Megawati memiliki peran penting dalam karier politik Presiden ke-7 RI, Jokowi, serta menambahkan bahwa tanpa Megawati, Jokowi tidak akan mencapai posisi politiknya saat ini. Selain itu, Chusnul juga mengkritik langkah PSI yang memberikan posisi strategis kepada figur yang menurutnya tidak memiliki kualifikasi yang cukup.
Tanggapan Chusnul ini diikuti dengan respons dari Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, yang menilai bahwa pernyataan Ahmad Ali hanyalah upaya mencari perhatian belaka. Ferdinand menyebut bahwa Ali sengaja menciptakan kontroversi untuk mempertahankan popularitas PSI di mata publik. Kedua tanggapan ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat antara dua figur politik terkait pernyataan yang kontroversial tersebut.












