Pada Senin (29/9/2025), di SDN Pejaten Barat 01 Pagi, Jakarta Selatan, para siswa menikmati hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bawah pengawasan komite orang tua murid. Langkah antisipatif diambil dengan melibatkan komite tersebut untuk memantau proses pendistribusian MBG dari dapur SPPG serta untuk memeriksa kualitas makanan yang disediakan.
Ahli pangan dari Universitas Jember (Unej), Dr. Nurhayati, memberikan tips mengenai cara mengurangi risiko keracunan dalam program MBG. Dikatakannya bahwa penting untuk memastikan kebersihan bahan, peralatan, dan petugas yang menggunakan dalam memasak. Selain itu, suhu penyajian makanan harus dijaga, dengan makanan panas di atas 60 derajat Celcius dan makanan dingin di bawah 5 derajat Celcius. Penggunaan wadah tertutup dan alat saji terpisah juga disarankan untuk mencegah kontaminasi.
Dr. Nurhayati juga menyoroti pentingnya edukasi tentang kebiasaan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, kepada penerima manfaat MBG. Ia mengingatkan bahwa bahan atau alat yang tidak bersih dan kekurangan higiene dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Terakhir, ia menyarankan agar program MBG diserahkan kepada kantin sekolah atau kepada wali murid untuk memastikan porsi serta kebersihan makanan. Menurutnya, makanan bergizi tidak harus mahal. Temukan sumber artikel ini di Antara.












