Kebutuhan layanan psikologi dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) kini merambah berbagai kelompok, mulai dari sekolah dan siswa hingga perusahaan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perubahan kebutuhan itu mendorong BIPI Consulting memperluas layanan agar tidak hanya berfokus pada organisasi korporasi.
Perusahaan yang beroperasi sejak 2018 tersebut menyediakan empat layanan utama, yakni Psychological Assessment, Training & Workshop, HR Consulting, dan Coaching. Layanan itu ditujukan bagi individu maupun institusi dengan kebutuhan pengembangan potensi dan pengelolaan SDM yang berbeda.
Layanan psikologi untuk sekolah dan perusahaan
CEO BIPI Consulting Arnita Kusumaningrum mengatakan, kebutuhan terhadap layanan psikologi dan pengembangan SDM datang dari kelompok yang semakin beragam. Menurut dia, sekolah, siswa, perusahaan, dan pelaku UMKM membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan persoalan masing-masing.
“Tidak hanya perusahaan yang membutuhkan dukungan untuk mengenali dan mengembangkan potensi individu, tetapi juga sekolah, siswa, hingga pelaku UMKM. Karena itu, kami terus mengembangkan layanan agar dapat menjawab kebutuhan masing-masing segmen secara lebih relevan, profesional, dan mudah diakses,” kata Arnita dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Di sektor pendidikan, layanan psikologi dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa mengenali potensi, minat, dan kemampuan mereka. Untuk kebutuhan tersebut, BIPI Consulting mengembangkan Future By BIPI, layanan yang ditujukan bagi sekolah dan siswa.
Sementara itu, di lingkungan perusahaan, asesmen psikologi digunakan dalam sejumlah kebutuhan, antara lain proses rekrutmen, pemetaan potensi dan kompetensi, serta pengembangan karyawan. Organisasi juga dapat memanfaatkan pelatihan, coaching, dan konsultasi untuk mendukung pengelolaan SDM.
BIPI Consulting turut menggunakan teknologi dalam proses asesmen melalui platform tes daring berbasis kecerdasan buatan (AI) dan fitur pemantauan. Namun, Arnita menegaskan bahwa teknologi diposisikan sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran profesional.
“Teknologi dapat membantu proses asesmen menjadi lebih efisien dan terpantau, tetapi pada akhirnya pemahaman terhadap individu tetap menjadi inti dalam pengembangan SDM. Kami melihat teknologi sebagai alat pendukung untuk memperkuat proses, bukan menggantikan peran profesional,” ujar Arnita.
Dukungan pengelolaan SDM bagi UMKM
Kebutuhan terhadap layanan SDM juga muncul ketika UMKM berkembang dan mulai memerlukan pembagian fungsi kerja yang lebih teratur. Melalui BIPI HR-MU, BIPI Consulting menyediakan layanan rekrutmen dan administrasi SDM untuk membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan tersebut.
Layanan itu mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP), deskripsi pekerjaan, struktur gaji, kontrak kerja, serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya. Dengan skema tersebut, UMKM dapat memperoleh dukungan pengelolaan SDM tanpa harus segera membentuk fungsi HR internal atau merekrut karyawan khusus.
“Dengan model ini, UMKM dapat memperoleh dukungan pengelolaan SDM tanpa harus langsung membentuk fungsi HR internal atau merekrut karyawan khusus untuk kebutuhan tersebut,” kata Arnita.
Perluasan layanan dari sekolah hingga UMKM menunjukkan bahwa kebutuhan untuk mengenali potensi individu dan menata pengelolaan SDM hadir pada berbagai skala organisasi. Teknologi digunakan untuk membantu efisiensi proses, sedangkan pemahaman profesional tetap menjadi bagian penting dalam menilai karakteristik dan kebutuhan setiap individu maupun organisasi.












