Jus Jeruk Tanpa Gula: Superpower untuk Kesehatan Mental

Jus jeruk tanpa gula berpotensi berkaitan dengan kondisi mental yang lebih baik, terutama ketika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan kaya buah dan sayuran. Temuan itu berasal dari studi yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition, setelah peneliti mengamati perubahan kondisi peserta selama empat pekan.

Penelitian melibatkan 42 orang dewasa

Studi tersebut melibatkan 42 orang dewasa di Inggris berusia 18 hingga 65 tahun. Seluruh peserta diketahui memiliki pola makan dengan asupan buah dan sayuran yang minim sebelum penelitian dimulai.

Para peserta kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama berperan sebagai kontrol dan tidak diminta mengubah pola makan mereka. Kelompok kedua diarahkan untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayuran hingga lima porsi setiap hari.

Kelompok ketiga juga diminta mencapai lima porsi buah dan sayuran per hari. Namun, kelompok ini diperbolehkan mengganti satu porsi buah dengan jus jeruk atau smoothie. Perbedaan pola konsumsi tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan dampaknya terhadap kondisi mental peserta.

Setelah periode penelitian berakhir, peneliti menemukan penurunan skor depresi pada peserta yang meningkatkan konsumsi buah dan sayuran. Penurunan itu terlihat lebih besar pada kelompok yang memasukkan jus jeruk atau smoothie ke dalam pola makan mereka.

Flavonoid dan kaitannya dengan kesehatan otak

Salah satu kemungkinan yang dapat menjelaskan hubungan tersebut adalah kandungan flavonoid dalam jus jeruk. Pakar nutrisi dari UCl Health Chao Digestive Health Institute, Amber Isenhart, menjelaskan bahwa flavonoid merupakan senyawa tumbuhan atau fitokimia yang ditemukan dalam buah, termasuk buah yang digunakan untuk membuat jus jeruk.

Senyawa tersebut sebelumnya telah diteliti karena potensinya dalam mendukung fungsi otak. “Flavonoid dimetabolisme oleh usus, yang dapat meningkatkan transmisi saraf dan sinyal otak serta berpotensi memengaruhi kesehatan mental Anda,” kata Isenhart, seperti dilansir Very Well Health, Selasa (15/9/2026).

Menurut penjelasan yang dikutip dalam laporan itu, flavonoid dari makanan juga dikaitkan dengan pengaturan mikrobioma usus. Kondisi mikrobioma tersebut diduga berhubungan dengan kesehatan mental dan berpotensi membantu mencegah maupun menangani depresi.

Kandungan lain dalam jus jeruk

Flavonoid bukan satu-satunya komponen dalam jus jeruk yang dinilai berpotensi mendukung kesehatan otak. Minuman tersebut juga mengandung vitamin C dan folat, yang memiliki sejumlah fungsi penting bagi tubuh.

Isenhart menyebut vitamin C turut membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Ia juga mengatakan kadar vitamin C yang rendah telah dikaitkan dengan kelelahan, rendahnya motivasi, kesulitan berkonsentrasi, suasana hati yang buruk, serta nyeri otot atau persendian.

Source link