Studi Ungkap Bahaya Eyelash Extension Berulang bagi Mata

Keluhan pada mata dilaporkan oleh hampir separuh dari 86 perempuan yang pernah menjalani prosedur ekstensi bulu mata dalam sebuah studi di Ukraina. Rasa tidak nyaman, kemerahan, mata berair, dan gatal menjadi sejumlah gangguan yang muncul setelah pemasangan bulu mata tambahan tersebut.

Penelitian yang dilakukan tim National Pirogov Memorial Medical University, Ukraina, itu menyoroti dampak prosedur kecantikan tersebut terhadap permukaan mata. Selain iritasi dan gejala mata kering, penggunaan ekstensi bulu mata berulang ditemukan berkaitan dengan gangguan pada kelenjar Meibom.

Peneliti Dr Tetiana Zhmud mengatakan ekstensi bulu mata banyak diminati perempuan muda karena dapat membuat bulu mata terlihat lebih panjang dan tebal tanpa harus memakai maskara. Namun, popularitas itu diikuti bertambahnya bukti mengenai potensi masalah pada mata.

“Eyelash extension adalah prosedur kosmetik yang sangat populer di kalangan wanita muda karena memberikan tampilan bulu mata yang lebih panjang dan tebal tanpa perlu menggunakan maskara. Tapi semakin banyak bukti yang menunjukkan prosedur ini dapat menimbulkan masalah pada permukaan mata termasuk iritasi dan disfungsi kelenjar Meibom,” kata Zhmud, seperti dilansir US News, Sabtu (12/9/2026).

Pemeriksaan terhadap 345 perempuan muda

Studi tersebut melibatkan 345 perempuan berusia 16 hingga 28 tahun. Para peneliti melakukan survei untuk mengetahui riwayat penggunaan ekstensi bulu mata dan keluhan yang dirasakan peserta setelah menjalani prosedur itu.

Dari seluruh responden, 86 orang diketahui pernah memasang ekstensi bulu mata. Hampir separuh kelompok tersebut melaporkan satu atau beberapa keluhan setelah prosedur, mulai dari rasa tidak nyaman hingga kemerahan, mata berair, dan gatal.

Para peserta tidak hanya diminta menjawab pertanyaan dalam survei. Peneliti juga memeriksa kondisi kelenjar Meibom pada kelopak mata menggunakan pencitraan inframerah. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat apakah kelenjar tersebut tetap berfungsi dan menghasilkan minyak sebagaimana mestinya.

Kelenjar Meibom berperan menghasilkan minyak yang membantu mempertahankan lapisan air mata. Minyak tersebut mencegah permukaan mata mengering terlalu cepat. Ketika kelenjar tersumbat atau tidak mampu menghasilkan minyak dengan baik, kondisi itu dikenal sebagai disfungsi kelenjar Meibom, yang dapat berkaitan dengan iritasi dan gejala mata kering.

Gangguan lebih banyak pada penggunaan berulang

Temuan yang menonjol terlihat pada peserta yang telah menjalani pemasangan ekstensi bulu mata lebih dari 10 kali. Sebanyak 85 persen dari kelompok ini mengalami penyumbatan pada kelenjar Meibom atau mendapati kelenjar tersebut tidak menghasilkan minyak dengan baik.

Studi itu juga memperingatkan bahwa ekstensi bulu mata dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi tungau kulit. Namun, informasi penelitian yang dipaparkan berfokus pada keluhan di permukaan mata serta kondisi kelenjar Meibom setelah prosedur.

Hasil tersebut menempatkan frekuensi pemasangan sebagai bagian penting yang diamati dalam penelitian. Pada peserta dengan riwayat penggunaan lebih dari 10 kali, tingginya proporsi gangguan kelenjar menunjukkan bahwa masalah yang disoroti tidak terbatas pada rasa gatal atau kemerahan sesaat, tetapi juga mencakup fungsi penghasil minyak yang menjaga permukaan mata agar tidak cepat kering.

Source link