Betrand Peto Gak Sendirian, Teman Wanita Diduga Lakukan Kekerasan

Dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Betrand Peto atau BP berkembang menjadi dua laporan berbeda setelah perempuan berinisial ANW mengaku turut mengalami kekerasan fisik. Penganiayaan tersebut disebut terjadi dalam keributan seusai peristiwa yang menjadi pokok laporan dugaan pelecehan.

Menurut keterangan ANW, orang yang diduga melakukan kekerasan bukan BP, melainkan seorang pria yang disebut sebagai teman BP. Karena melibatkan pihak berbeda, kuasa hukum ANW menjelaskan dugaan penganiayaan itu dilaporkan secara terpisah dari perkara pelecehan seksual.

Keributan bermula dari perselisihan

ANW menuturkan, perselisihan terjadi setelah dirinya mengalami peristiwa yang ia laporkan sebagai dugaan pelecehan. Saat itu, seorang perempuan yang disebut sebagai pasangan dari teman BP menghampirinya.

ANW mengaku sempat menyapa perempuan tersebut. Namun, menurut versinya, sapaan itu dibalas dengan tepukan atau tepisan keras pada tangannya. Interaksi tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran. ANW menyatakan dirinya sempat mendorong perempuan itu ketika situasi semakin memanas.

Setelah dorongan tersebut, seorang pria yang disebut sebagai teman BP diduga melakukan kekerasan terhadap ANW. Ia mengaku rambutnya dijambak, tubuhnya dicakar, dan dirinya ditendang dalam keributan itu.

“Pelaku tersebut langsung menjambak saya dan juga mencakar saya dan juga ada nendang saya,” kata ANW dalam konferensi pers yang keterangannya dikutip dari tayangan YouTube, Senin, 14 September 2026.

Anting tertarik saat rambut dijambak

ANW juga memaparkan luka fisik yang diklaim muncul akibat kejadian tersebut. Salah satu luka berada di bagian telinga. Menurut keterangannya, anting yang sedang dikenakan ikut tertarik ketika pelaku diduga menjambak rambutnya.

Tarikan pada anting itu disebut menyebabkan telinganya terluka. “Mungkin pas pelaku tersebut menjambak saya, anting saya ketarik oleh pelaku tersebut,” ujar ANW.

Keterangan mengenai luka tersebut menjadi bagian penting dalam laporan dugaan penganiayaan. Pihak ANW menyebut telah menyerahkan sejumlah bukti kepada kepolisian, termasuk hasil visum serta dokumentasi luka pada tubuhnya. Bukti-bukti itu diharapkan membantu aparat mengurai rangkaian kejadian dan memastikan pihak yang bertanggung jawab.

Dua perkara dilaporkan secara terpisah

Kuasa hukum ANW menegaskan bahwa perkara yang dihadapi kliennya mencakup dua aspek. Laporan pertama berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual yang dikaitkan dengan sosok BP. Sementara itu, laporan lainnya menyangkut dugaan penganiayaan dalam keributan yang terjadi setelah peristiwa tersebut.

Pemisahan laporan dilakukan karena terduga pelaku dalam masing-masing perkara disebut berbeda. Nama BP dikaitkan dengan laporan dugaan pelecehan, sedangkan kekerasan fisik terhadap ANW diduga dilakukan oleh pihak lain yang disebut sebagai teman BP.

Pihak pelapor meminta Polda Metro Jaya memeriksa perkara tersebut secara menyeluruh. Selain menelaah visum dan dokumentasi luka, polisi juga diminta menggali keterangan orang-orang yang berada di lokasi agar kronologi perselisihan serta dugaan kekerasan terhadap ANW dapat diungkap secara jelas.

Source link