Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta Terbaru

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Tewas Ditembak

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas dalam serangan kelompok bersenjata saat menjalankan tugas pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat ketika insiden tragis itu terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.

Profil Ketiga Korban

1. Aprida Rapi
Aprida Rapi, seorang pejabat dengan jabatan Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ia berasal dari Makale, Kabupaten Tana Toraja, dan tinggal di Wamena. Aprida adalah salah satu dari tiga korban yang meninggal dalam penembakan tersebut.

2. Alfonsius Albinus Mehan
Alfonsius Albinus Mehan, seorang dokter hewan dalam lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ia berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dan aktif dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan dan bibit ternak kepada masyarakat sebelum menjadi korban penembakan.

3. Wili Mbuik
Wili Mbuik, seorang CPNS baru yang bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ia berasal dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya Rote Ndao. Wili ikut menjadi korban dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada warga.

Penembakan tersebut menimpa ketiga pegawai ini saat mereka sedang melaksanakan tugas pemerintahan untuk membantu masyarakat setempat. Rombongan tersebut membawa bantuan bibit dan ternak yang akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kondisi Terkini dan Tuntutan Gereja

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan duka cita atas kejadian tersebut dan menekankan pentingnya keamanan bagi petugas yang bertugas di daerah rawan. Pemerintah mendesak untuk segera mengusut dan mengungkap pelaku penembakan untuk memastikan keadilan bagi para korban dan keluarganya.

Pemerintah juga meminta kerjasama dari masyarakat dalam memberikan informasi yang dapat membantu dalam penyelidikan. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan investigasi terkait kelompok bersenjata yang diduga melakukan serangan tersebut, sembari berupaya mengidentifikasi motif di balik insiden tragis ini.

Kepolisian menemukan tiga selongsong peluru di lokasi kejadian, dan tengah giat mengumpulkan bukti dan kesaksian untuk mengungkap kronologi lengkap insiden tragis ini. Semua pihak berharap agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

Source link