Layanan Stroke di Indonesia: Rujukan dan Akses Terkendala

Kendala Layanan Penanganan Stroke di Indonesia

Menurut laporan terbaru dari Siemens Healthineers, keterlambatan dalam sistem layanan kesehatan sebelum pasien mendapatkan penanganan medis masih menjadi hambatan utama dalam layanan stroke di Indonesia. Temuan ini diungkapkan dalam acara Hospital Management Asia 2026 di Bangkok, Thailand. Laporan tersebut melibatkan pandangan tujuh pakar kesehatan terkemuka dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Kendala Utama dalam Penanganan Stroke

Para pakar kesehatan menyoroti bahwa kendala utama dalam penanganan stroke di Indonesia lebih bersifat terkait dengan sistem layanan medis daripada aspek klinis. Banyak waktu yang terbuang dalam proses rujukan antar-rumah sakit dan pengurusan asuransi sebelum pasien akhirnya mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Asia Tenggara, dengan lebih dari 40 persen kasus kematian akibat stroke di dunia berasal dari kawasan tersebut. Kawasan Asia Tenggara juga menanggung hampir setengah dari total beban stroke di negara-negara berkembang.

Tantangan Sistem Layanan Kesehatan di Indonesia

Di Indonesia, stroke merupakan penyebab kematian utama, dengan beban penyakit ini semakin bertambah seiring pertambahan penduduk lanjut usia. Namun, akses terhadap layanan spesialis masih belum merata antara Indonesia Barat dan Timur.

Sebagai langkah untuk mengatasi kendala ini, Indonesia telah meluncurkan Program Pengampuan Stroke, sebuah program nasional yang bertujuan memperkuat kapasitas layanan stroke di seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Hingga April 2026, sejumlah kabupaten/kota telah memiliki kemampuan untuk memberikan penanganan darurat stroke yang mencakup penggunaan obat pelarut bekuan darah (thrombolysis-capable).

Target yang ditetapkan pemerintah adalah cakupan layanan trombolisis secara nasional mencapai 100 persen pada tahun 2027. Namun, masih terdapat ketimpangan dalam ketersediaan layanan ini, terutama antara wilayah barat dan timur Indonesia.

Source link