Kebiasaan Mencatat Makanan dan Penurunan Berat Badan
Penelitian yang dilakukan oleh MyNetDiary menunjukkan bahwa kebiasaan mencatat makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat berhubungan dengan penurunan berat badan yang signifikan. Dalam studi tersebut, lebih dari 5.000 pengguna aplikasi tersebut dianalisis selama enam bulan untuk melihat dampak pencatatan makanan terhadap perubahan berat badan.
Hasil Studi
Hasil penelitian menunjukkan adanya pola yang konsisten antara frekuensi mencatat makanan dan penurunan berat badan. Peserta yang mencatat makanan mereka selama enam hingga tujuh hari dalam seminggu mengalami penurunan rata-rata 11 persen dari berat badan awal dalam enam bulan.
Di sisi lain, peserta yang hanya mencatat makanan kurang dari dua hari dalam seminggu hanya mengalami penurunan sekitar tujuh persen dari berat badan awal. Semakin sering seseorang mencatat makanan, semakin besar pula penurunan berat badan yang mereka alami.
Hasil tersebut tetap konsisten meskipun peneliti telah mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (IMT) pada awal penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan mencatat makanan secara rutin dapat memberikan dampak positif pada upaya penurunan berat badan seseorang.
Studi juga mengungkapkan bahwa setiap tambahan satu hari dalam seminggu untuk mencatat makanan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk kehilangan setidaknya lima persen dari berat badan awal sebesar 35 persen. Hal ini menandakan bahwa pencatatan makanan dapat membantu dalam mencapai tujuan penurunan berat badan yang signifikan.
Bagi individu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan sebesar lima persen dari berat badan awal dianggap sebagai pencapaian klinis yang signifikan. Hal ini dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki kondisi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak dalam darah.












