Main Media Sosial Lebih dari 2,5 Jam Sehari Berisiko Picu Depresi
Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Cincinnati (UC) dan Northwestern University, penggunaan media sosial selama lebih dari 2,5 jam atau 150 menit per hari berkaitan dengan depresi pada orang dewasa. Penelitian ini melibatkan analisis data selama 11 tahun dari Media Behaviors and Influence Study yang dimulai sejak 2014.
Studi Menunjukkan Keterkaitan Antara Media Sosial dan Depresi
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan depresi yang dilaporkan oleh individu sendiri setiap tahun. Dilansir dari laman Medical Xpress, peneliti UC Hans Breiter menyatakan bahwa penggunaan media sosial bisa berbahaya bagi individu dalam rentang kehidupan yang panjang.
Dalam penelitian tersebut, data dari 183.300 survei anonim orang dewasa berusia 18 hingga 70 tahun dianalisis. Survei tersebut merupakan bagian dari Media Behaviors and Influence Study yang dilakukan secara tahunan oleh Prosper Insights & Analytics sejak 2002. Data survei mencakup 1.318 pertanyaan tentang berbagai topik dengan 31 indikator kesehatan, termasuk depresi.
Polanya Ditemukan Secara Konsisten
Para peneliti menggunakan model pembelajaran mesin untuk menganalisis data tersebut. Mereka menemukan bahwa terdapat korelasi antara penggunaan media sosial selama minimal 150 menit per hari dengan depresi yang dilaporkan sendiri oleh responden. Pola ini konsisten muncul sepanjang 11 tahun penelitian.
Menurut Breiter, kesehatan mental dan kebahagiaan lebih terkait dengan keterlibatan aktif dalam dunia nyata dan memiliki tujuan hidup daripada hanya menghabiskan waktu dalam media sosial secara pasif. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berpotensi memicu depresi pada individu dewasa.












