Kebutuhan Calon Tenaga Kesehatan di Era Globalisasi
Perkembangan layanan kesehatan yang semakin terbuka mendorong calon tenaga kesehatan, termasuk bidan, untuk memiliki kemampuan lebih dari sekadar aspek klinis. Mereka harus memahami kebutuhan perempuan secara menyeluruh, mampu berkomunikasi lintas budaya, dan adaptif terhadap perbedaan sistem dan praktik pelayanan kesehatan. Hal ini menjadi landasan penting bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan pengalaman internasional bagi mahasiswa kebidanan.
Program Kolaborasi Indonesia-Australia
Universitas Binawan menghadirkan kolaborasi dengan The University of Queensland (UQ), Australia, untuk memperkuat pembelajaran berperspektif global bagi mahasiswa kebidanan. Salah satu program unggulan adalah International Internship dan pertukaran praktik kebidanan antara Indonesia dan Australia. Melalui program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memahami perbedaan praktik kebidanan antar negara sambil menekankan pentingnya kebutuhan perempuan dalam layanan kesehatan.
Dr. Megan Cooper PhD, Associate Professor dari The University of Queensland, menegaskan bahwa praktik kebidanan tidak hanya berkutat pada aspek klinis semata, tetapi juga pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan perempuan sepanjang perjalanan kesehatan mereka. Kolaborasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperkaya perspektif, memahami praktik kebidanan di Australia, dan merenungkan bagaimana praktik tersebut dapat diaplikasikan di Indonesia.
Pembelajaran dan Pertukaran Pengalaman
Guest Lecture dengan tema “Midwifery in Practice: What Women Really Need – Lessons from Australia and Indonesia” menjadi wadah bagi mahasiswa Universitas Binawan untuk mendalami praktik kebidanan di Australia. Mereka dibimbing untuk memahami peran bidan, tantangan dalam pelayanan yang berfokus pada kebutuhan perempuan, dan berbagai perspektif yang ada.
Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam sesi pertukaran pengalaman langsung melalui International Internship di Indonesia. Mereka berbagi pengalaman praktik dengan mahasiswa The University of Queensland, mencermati perbedaan sistem kesehatan, budaya, dan karakteristik kebutuhan masyarakat antara kedua negara. Pengalaman ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan membangun perspektif global bagi mahasiswa kebidanan.
Collaboration with The University of Queensland membuktikan komitmen Universitas Binawan dalam memperkuat pendidikan kebidanan dengan perspektif global. Kesempatan ini tidak hanya memberikan insight praktik kebidanan di luar negeri, namun juga mengajak mahasiswa untuk merefleksikan praktik di Indonesia, serta pentingnya woman-centred care, komunikasi, cultural awareness, dan adaptasi dalam layanan kesehatan.












