Lansia di Singapura Coba Geriatric Parkour
Sebuah video menampilkan sekelompok lansia di Singapura yang tengah menjalani sesi geriatric parkour baru-baru ini viral di media sosial. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional tubuh para lansia agar lebih siap menghadapi aktivitas sehari-hari. Ini adalah bentuk latihan yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan dan kemandirian lansia.
Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, Dr. Mohammad Khumaidi Sp.OT, menjelaskan bahwa geriatric parkour tidak sekadar latihan fisik biasa. Latihan ini difokuskan pada penguatan otot, menjaga keseimbangan tubuh, dan kemandirian. Gerakan-gerakan yang dilakukan meliputi melompat di bangku, merangkak, hingga berguling dengan tujuan meningkatkan kemampuan tubuh dalam berbagai aktivitas.
Manfaat Geriatric Parkour untuk Lansia
Risiko jatuh pada lansia merupakan masalah serius. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa satu dari empat lansia berisiko mengalami jatuh. Dr. Adib menegaskan bahwa latihan fisik yang teratur, intensif, dan konsisten sangat penting untuk mencegah risiko jatuh dan mencegah patah tulang pada lansia.
Prioritas pertama sebelum lansia memutuskan untuk mencoba geriatric parkour adalah melakukan evaluasi kondisi fisik, terutama kekuatan otot dan kondisi sendi. Seiring dengan bertambahnya usia, sendi dan tulang pada lansia rentan mengalami masalah, termasuk osteoartritis dan osteoporosis. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai latihan geriatric parkour.
Meskipun geriatric parkour menawarkan berbagai manfaat, tidak semua lansia cocok untuk melakukannya. Evaluasi medis mendalam diperlukan untuk memastikan bahwa kondisi fisik lansia memungkinkan untuk mengikuti jenis latihan ini. Keputusan untuk melakukan geriatric parkour sebaiknya didasarkan pada saran dan rekomendasi dokter yang memahami kondisi kesehatan yang dimiliki oleh lansia.












