Minuman kopi memang menjadi minuman favorit banyak orang, terutama saat musim panas. Salah satu tren terkini adalah kopi slushie yang disajikan dalam bentuk beku. Meskipun terlihat sebagai minuman yang menyegarkan, seorang ahli gizi menyarankan agar kita tetap berhati-hati dengan tambahan pemanis yang sering kali disertakan.
Kopi Slushie: Lebih Sehat Tanpa Gula Tambahan
Meskipun terlihat menggiurkan, kopi slushie sebenarnya tetap mengandung kafein yang sama seperti kopi panas pada umumnya. Ahli gizi Lauren Manaker menekankan pentingnya tidak menambahkan gula tambahan yang berlebihan pada minuman ini. Dengan memilih susu sapi sebagai campuran, kita dapat meningkatkan nilai gizi minuman ini tanpa harus khawatir dengan kandungan gula yang tinggi.
Peringatan dari Ahli Gizi
Intoleransi laktosa bukanlah halangan untuk menikmati kopi slushie, karena susu bebas laktosa tetap dapat memberikan manfaat gizi yang serupa. Yang perlu diwaspadai adalah tambahan bahan seperti sirup berperisa, krimer manis, dan topping bergula yang dapat mengubah minuman ini menjadi hidangan penutup daripada minuman kopi sehat.
Pendiri perusahaan kopi Incredibrew, Chandra Holt, menyarankan untuk menggunakan seduhan kopi pekat agar rasa kopinya tetap terasa meskipun dalam bentuk beku. Dengan begitu, kita dapat menikmati kopi slushie tanpa harus khawatir akan kehilangan kenikmatan rasa kopi.
Secara keseluruhan, kunci untuk tetap menikmati kopi slushie sebagai minuman yang sehat adalah dengan mengurangi gula tambahan dan memilih bahan-bahan yang lebih bernutrisi. Meskipun tren ini sedang populer di media sosial, kesehatan tetap menjadi prioritas utama.












