Kesehatan Mental Berperan Besar dalam Kesehatan Kulit
JAKARTA — Perawatan kulit sering kali dikaitkan dengan penggunaan produk skincare yang tepat. Tetapi, ahli mengingatkan bahwa kesehatan kulit tidak hanya dipengaruhi oleh produk luaran, tetapi juga oleh kondisi mental seseorang.
Kepala global bidang kesehatan mental dan kesejahteraan di Roundglass Living, Prakriti Poddar, menjelaskan bahwa kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kesehatan kulit. Stres, kecemasan, dan tekanan emosional yang berkelanjutan dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada penuaan dini dan masalah kesehatan kulit lainnya yang berasal dari dalam tubuh.
Stres Kronis dan Dampaknya pada Kulit
Stres kronis juga bisa memengaruhi produksi kolagen, proses perbaikan kulit, dan kekuatan skin barrier. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental bukan hanya penting untuk kesejahteraan pikiran, tetapi juga untuk mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan.
Mengelola Stres untuk Kesehatan Kulit yang Lebih Baik
Menurut Prakriti Poddar, cara penting dalam menghadapi stres adalah dengan membedakan antara “bereaksi” dan “merespons”. Reaksi terhadap stres biasanya terjadi secara otomatis, sementara respons adalah tindakan sadar yang dapat dilakukan untuk mengelola stres dengan lebih baik.
Sebagai contoh, melatih diri untuk berhenti sejenak, bernapas dalam-dalam, dan merespons situasi dengan tenang dapat membantu mengurangi dampak stres pada tubuh dan kulit. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu seseorang tetap tenang dan terkendali di tengah situasi yang penuh tekanan.












