CKG Ungkap Masalah Kesehatan Anak Berdasarkan Kelompok Usia

Menteri Kesehatan Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Berdampak Nyata

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menunjukkan dampak nyata dalam memperkuat deteksi dini penyakit untuk penanganan lebih cepat. Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah melakukan pemeriksaan kesehatan melalui program CKG. Dengan dimulainya tahun ajaran baru di seluruh Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimistis jumlah peserta akan terus meningkat, menuju target 130 juta peserta pada akhir 2026.

CKG: Fondasi untuk Pelayanan Kesehatan Preventif

Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa CKG bukan hanya menjadi program skrining terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi untuk mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari mengobati menjadi mencegah. Semakin banyak masyarakat yang melakukan cek kesehatan, semakin mudah penyakit dapat terdeteksi dan diobati secara dini. Tujuan utamanya bukan hanya untuk mengetahui siapa yang sakit, namun juga untuk memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif dalam jangka panjang.

Penemuan Penting dalam Hasil Newborn Screening

Data hasil CKG selama satu semester terakhir memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan kesehatan masyarakat di berbagai kelompok usia. Pada kelompok bayi baru lahir, hasil Newborn Screening menunjukkan bahwa dari enam jenis skrining yang dilakukan, penyakit jantung bawaan kritis menjadi kondisi dengan potensi prevalensi tertinggi. Lebih dari 490 ribu bayi telah menjalani skrining menggunakan pulse oximetry, dengan sekitar 4,3 persen di antaranya atau 20.946 bayi teridentifikasi memiliki indikasi kelainan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Menteri Budi menekankan pentingnya kesiapan layanan jantung anak mulai dari deteksi dini, sistem rujukan, hingga kapasitas rumah sakit dalam menangani penyakit jantung bawaan.

Source link