Lansia yang Hobi Berjalan Cepat Berisiko Lebih Rendah Mengalami Penurunan Fungsi Kognitif
Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa kecepatan berjalan dapat menjadi indikator kesehatan otak pada lansia. Para lansia berusia 80 tahun ke atas yang memiliki kecepatan berjalan tinggi memiliki risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan teman sebayanya. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 16 Juni 2026.
Lansia “Super Movers” dengan Kecepatan Berjalan Tinggi
Dalam penelitian ini, sekitar 4.000 orang lansia berusia 80 tahun ke atas dari Stony Brook Medicine, New York, berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian peserta dikategorikan sebagai “super movers”, lansia yang mampu berjalan dengan kecepatan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang sebaya mereka. Bahkan, kecepatan berjalan mereka setara dengan orang yang usianya 30 tahun lebih muda.
Peneliti utama, Dr. Joe Verghese, menjelaskan bahwa kelompok “super movers” memiliki risiko penurunan fungsi kognitif sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan lansia lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas dan kesehatan otak berhubungan erat, dan menjaga kemampuan bergerak dapat menjadi penanda penting penuaan otak yang sehat.
Kecepatan Berjalan bukan Penyebab Langsung Mencegah Demensia
Meski hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kecepatan berjalan dan fungsi kognitif, namun peneliti menegaskan bahwa berjalan cepat tidak secara langsung mencegah demensia. Studi ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat menentukan sebab-akibat.
Analisis jaringan otak dari peserta menunjukkan bahwa kelompok “super movers” memiliki perubahan patologis pada otak yang berkaitan dengan demensia dalam tingkat yang serupa dengan kelompok lain. Namun, fungsi kognitif mereka tetap lebih baik, menunjukkan adanya mekanisme ketahanan biologis yang membantu menjaga fungsi otak meski terjadi perubahan akibat penuaan.
Menjaga Mobilitas Bagi Kesehatan Otak yang Lebih Baik
Dr. Verghese menyarankan agar lansia tetap aktif bergerak sesuai dengan kondisi kesehatannya. Selain berjalan kaki, latihan kekuatan otot, latihan keseimbangan, dan menjaga kesehatan jantung sangat penting untuk mempertahankan mobilitas.
Pedoman kesehatan masyarakat di Amerika Serikat merekomendasikan agar orang dewasa melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap pekan, seperti jalan cepat. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan.
Kecepatan berjalan sebaiknya dipandang sebagai indikator kesehatan secara keseluruhan daripada terapi langsung untuk mencegah demensia. Kunci utamanya adalah menjaga tubuh tetap aktif dan sehat seiring dengan bertambahnya usia.












