Seorang mahasiswi bernama S yang sedang menyelesaikan skripsi di Program Studi Pariwisata UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya akibat kelelahan ekstrem. Hal ini menyorot pentingnya kesehatan mahasiswa dan bahaya begadang sebagai kebiasaan.
Kesehatan Mahasiswa dalam Bahaya
Mahasiswa seringkali menganggap sepele kebiasaan begadang untuk menyelesaikan tugas-tugas akademis. Namun, kebiasaan ini bisa memiliki dampak yang serius terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung. Begadang dapat menyebabkan stres fisiologis dan berdampak negatif pada berbagai fungsi tubuh.
Akumulasi Dampak Buruk
Dr. Ahmad Azmul Asmar Irfan dari HIFDI memperingatkan bahwa begadang yang diikuti dengan konsumsi kafein atau minuman berenergi dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti peningkatan denyut jantung, penurunan konsentrasi, serta gangguan emosi. Usia muda juga tidak menjamin kekebalan terhadap kelelahan ekstrem jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup.
Lebih lanjut, akumulasi kurang tidur, stres, dan pola makan tidak teratur dapat berpengaruh pada kinerja akademik mahasiswa. Penurunan konsentrasi, gangguan lambung, dan penurunan sistem imun adalah beberapa dampak yang bisa dialami akibat kebiasaan begadang ini.
Dengan demikian, penting bagi mahasiswa untuk memperhatikan pola tidur, istirahat yang cukup, dan gaya hidup sehat agar dapat mencegah risiko kelelahan ekstrem dan dampak negatifnya terhadap kesehatan dan akademik mereka.












