Brawijaya Hospital Tingkatkan Layanan Kesehatan dengan Center of Excellence
Brawijaya Hospital memperbarui layanan kesehatan spesialisnya dengan merancang empat Center of Excellence. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan lokal dan mengurangi jumlah warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Chief Commercial Officer Brawijaya Hospital, drg. Hestiningsih, menegaskan bahwa kualitas tenaga medis dan teknologi kesehatan di Indonesia sekarang mampu bersaing dengan negara-negara lain dalam bidang wisata medis.
Center of Excellence yang Diperkuat
Salah satu pusat unggulan yang diperkenalkan adalah BraveHeart Center, pusat layanan jantung yang menyediakan pelayanan komprehensif mulai dari pencegahan, deteksi dini, intervensi, hingga rehabilitasi. Dokter spesialis jantung dari Brawijaya Hospital, dr. M. Yamin, menjelaskan bahwa lonjakan kasus penyakit jantung di usia produktif dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Sehingga, penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala sangat dianjurkan.
Selain BraveHeart Center, terdapat pula Orthopedic Center Brawijaya yang menangani berbagai gangguan sistem gerak, mulai dari cedera olahraga, trauma, hingga kelainan tulang belakang. Dokter spesialis ortopedi Brawijaya Hospital, dr. Nicko Perdana Hardiansyah, menyatakan bahwa teknologi ortopedi terkini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan tindakan yang lebih presisi untuk mempercepat proses pemulihan pasien.
Perkembangan Layanan Kesehatan Spesialis
Jakarta Gynecology Center (JGC) menawarkan pendekatan multidisiplin untuk mendukung kesehatan reproduksi perempuan, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga tindakan medis. Sementara Benih IVF Center didirikan sebagai fasilitas kesehatan reproduksi yang membantu pasangan yang mengalami kesulitan kesuburan. Dengan dukungan dokter spesialis fertilitas dan berbagai teknologi reproduksi, layanan ini memberikan penanganan yang komprehensif.
Selain memperkuat layanan medis, Brawijaya Hospital juga sedang mengembangkan jaringan rumah sakit untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan di rumah sakit yang telah beroperasi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan terintegrasi sejak skrining hingga pemulihan.












