Dokter Ingatkan Risiko Kerokan pada Dada Sesak

Kerokan Tidak Boleh Jadi Solusi Saat Dada Sesak

Banyak masyarakat Indonesia yang menganggap kerokan sebagai solusi ketika badan mulai terasa tidak enak, terutama ketika dada terasa sesak. Namun, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, menegaskan bahwa kebiasaan ini sebaiknya dihindari.

Dr. Febtusia menjelaskan bahwa merahnya gurat-gurat yang muncul setelah kerokan bukanlah tanda “angin keluar” seperti yang banyak diyakini. Sebenarnya, tindakan ini dapat merusak pembuluh darah dan tidak memberikan solusi yang sesungguhnya.

Kenapa Kerokan Tidak Dianjurkan?

Sensasi nyaman setelah kerokan sebenarnya disebabkan oleh efek hangat dari balsam dan sugesti psikologis. Meskipun balsam dapat melebarkan pembuluh darah dalam waktu singkat, namun hal ini tidak akan mengatasi masalah utama di dalam tubuh, terutama jika nyeri dada disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah jantung.

Lebih lanjut, ketika seseorang mengeluh nyeri dada atau sesak napas, sangat penting untuk tetap tenang. Suasana panik hanya akan membuat kondisi pasien semakin buruk. Membuat pasien nyaman dan tenang adalah kunci utama dalam situasi tersebut.

Jadi, jangan lagi mengandalkan kerokan sebagai solusi saat dada terasa sesak. Konsultasikan dengan dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis yang tepat dan menghindari risiko fatal yang dapat terjadi akibat tindakan yang kurang tepat.

Sumber: Antara

Source link