Makan Sehat Tidak Perlu Mahal: Cara Penuhi Gizi Keluarga dengan Harga Terjangkau
Memenuhi kebutuhan gizi keluarga tidak selalu harus mengeluarkan biaya besar. Hal ini menjadi fokus penting di tengah kenaikan prevalensi obesitas dan diabetes di Indonesia.
Cara Sederhana Mencapai Keseimbangan Gizi
Mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi tidak harus identik dengan bahan mewah atau mahal. Melainkan, keseimbangan gizi yang tepat setiap hari jauh lebih penting. Prinsip “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan menjadi panduan sederhana untuk mencapai keseimbangan gizi harian.
Setengah piring sayur dan buah, serta setengah lainnya berisi makanan pokok dan lauk pauk, menjadi pedoman yang mudah diikuti untuk menu sehat sehari-hari. Dengan prinsip ini, satu piring makanan bergizi dapat terdiri dari bahan lokal yang mudah didapat dan terjangkau di sekitar masyarakat.
Kesenjangan Mitos Makanan Mahal dan Fakta Gizi Seimbang
Banyak masyarakat masih percaya bahwa makanan sehat harus berasal dari bahan mewah atau mahal. Namun, kenyataannya, keberagaman pangan lokal yang tersedia di sekitar kita sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang.
Kebijakan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) yang dicanangkan oleh Badan Pangan Nasional menekankan bahwa memenuhi kebutuhan gizi tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan sumber pangan lokal seperti nasi, jagung, ikan, tempe, sayuran, dan buah-buahan, keluarga bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup tanpa perlu membebani anggaran.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, memastikan bahwa memenuhi standar gizi harian tidaklah sulit atau mahal. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada, setiap keluarga bisa mencapai pola makan seimbang tanpa harus khawatir tentang anggaran.












