Waspadai Radang Tenggorokan pada Anak, Dapat Memengaruhi Jantung

Anak dengan Radang Tenggorokan Rentan Terhadap Risiko Kerusakan Jantung

Pada Senin (6/4/2026), Dokter melakukan pemeriksaan echo jantung anak di Balai Budaja, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bekerja sama dengan Rumah Echo. Tujuan dari pemeriksaan adalah untuk memberikan pemeriksaan echo jantung gratis kepada 50 anak disabilitas dan autis guna mendeteksi kemungkinan penyakit jantung yang berpotensi membahayakan masa depan anak.

Mewaspadai Radang Tenggorokan pada Anak

Sebagian orang tua mungkin menganggap radang tenggorokan pada anak sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, dr. Sarah Rafika Nursyirwan, seorang Dokter Konsultan Jantung Anak, menjelaskan bahwa radang tenggorokan sebenarnya dapat menjadi pemicu kerusakan jantung pada anak.

Menurut dr. Sarah, Demam Reumatik Akut dan Penyakit Jantung Rematik (Rheumatic Heart Disease/RHD) adalah jenis infeksi jantung yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu pemicunya adalah infeksi bakteri Streptococcus grup A yang menyerang tenggorokan atau amandel. Jika infeksi ini tidak diobati dengan baik, dapat menyebabkan pembentukan antibodi yang akan menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama katup jantung. Hal ini dapat meningkatkan risiko gagal jantung pada anak.

Kasus RHD di Indonesia dan Dunia

dr. Sarah juga menyebutkan bahwa kasus Demam Reumatik Akut dan Penyakit Jantung Rematik seringkali terjadi di Indonesia. Saat ini, Indonesia menempati peringkat keempat di dunia untuk kasus penyakit jantung rematik setelah China, India, dan Pakistan. Secara global, lebih dari 40 juta orang hidup dengan diagnosis RHD, dan angka kematian akibat penyakit ini mencapai lebih dari 300 ribu jiwa setiap tahun.

Proses dari radang tenggorokan hingga kerusakan katup jantung (RHD) dimulai dengan infeksi bakteri Streptococcus grup A. Jika tidak diobati, beberapa pekan kemudian anak berisiko mengalami Demam Rematik Akut, yang dapat menyebabkan reaksi autoimun terhadap jantung, sendi, otak, dan kulit.

Source link