Jokowi Dijuluki Cari ‘Landing Politik’ Baru di Cirebon setelah Ditolak di NTB
Pengamat politik, Heru Subagia, mengungkapkan bahwa rencana kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, ke Cirebon mendapat sebutan sebagai upaya mencari “landing politik” baru setelah ditolak di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penolakan Kunjungan di NTB
Pada artikel sebelumnya, Jokowi mengalami penolakan dalam kunjungannya ke NTB. Hal ini membuat Cirebon dipilih sebagai alternatif kunjungan politik beliau.
Menurut Heru Subagia, Cirebon dipandang sebagai kota strategis untuk memulai kembali kampanye politik setelah insiden di NTB. Selain itu, Cirebon juga memiliki posisi geografis yang penting dan potensi pemilih yang cukup signifikan.
Strategi Politik Jokowi
Kunjungan ke Cirebon ini diklaim sebagai bagian dari strategi politik Jokowi untuk memperkuat citra dan dukungannya di berbagai daerah di Indonesia. Dengan melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah yang strategis, diharapkan dapat memperkuat basis dukungan politiknya.
Selain itu, kehadiran Jokowi di Cirebon juga disebut sebagai momentum untuk memperkenalkan program-program pemerintahan yang telah dilaksanakan dan memberikan gambaran masa depan yang lebih baik kepada masyarakat setempat.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya Jokowi untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang dianggap penting dalam peta politik nasional.
Dengan demikian, kunjungan Jokowi ke Cirebon tidak hanya sekadar agenda politik biasa, namun juga sebagai strategi untuk memperkuat posisinya di kancah politik tanah air.












