Tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta, menyediakan vaksinasi bagi calon jamaah haji dalam rangka persiapan keberangkatan ke Tanah Suci. Proses vaksinasi ini melibatkan penyuntikan vaksin polio dan meningitis kepada 264 calon jamaah haji. Vaksinasi ini dianggap penting untuk menjaga kesehatan para jamaah haji selama menjalankan ibadah haji.
Orang tua yang sebelumnya ragu atau belum melengkapi status vaksinasi anak-anaknya dapat melakukan catch-up immunization. Langkah ini memungkinkan orang tua untuk menutupi keterlambatan vaksinasi anak dengan bantuan konsultasi dokter anak. Melalui catch-up immunization, anak-anak dapat menerima berbagai vaksin yang sebelumnya tertunda sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan secara nasional.
Dokter spesialis anak, dr. Attila Dewanti, menjelaskan pentingnya vaksinasi anak sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit-penyakit berbahaya seperti campak. Program vaksinasi anak juga bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap infeksi virus berbahaya. Menurut dokter Attila, investasi jangka panjang terhadap kesehatan anak melalui vaksinasi merupakan langkah yang tidak ada kata terlambatnya.
Upaya pencegahan penyakit melalui vaksinasi dianggap lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit melalui vaksinasi. Dalam konteks Indonesia, situasi KLB campak menunjukkan pentingnya kekebalan kelompok (herd immunity) untuk melindungi masyarakat dari penyakit menular. Dokter Attila juga menyampaikan keprihatinannya terhadap penolakan vaksin oleh sebagian masyarakat yang dapat berdampak pada peningkatan kasus penyakit yang seharusnya dapat dicegah.












