Setelah peristiwa yang dialami Nina Saleha (27) di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI) menyatakan keprihatinan mereka. Peristiwa ini dianggap sebagai pelajaran penting bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal HIFDI, dr. Jamaluddin Lukman, menegaskan pentingnya keselamatan pasien dalam pelayanan medis. Keselamatan pasien dianggap sebagai fondasi utama yang tidak boleh diabaikan dalam sebuah rumah sakit.
Menyikapi insiden tersebut, dr. Jamaluddin mendorong adanya kolaborasi proaktif dalam meningkatkan keselamatan pasien, baik dari pihak pasien itu sendiri maupun evaluasi internal di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Untuk mencegah kejadian serupa, dr. Jamaluddin memberikan tips bagi orang tua dalam 24 jam pertama setelah kelahiran. Tips tersebut mencakup pentingnya mengenali tanda lahir bayi secara detail, mengamati bentuk tubuh bayi, mendokumentasikan foto dan video bayi, serta memeriksa nomor gelang bayi secara rutin.
Menanggapi hal ini, dr. Jamaluddin menegaskan bahwa pengetahuan dan tindakan detil di awal layanan akan membantu mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Hal-hal seperti memeriksa tanda lahir, bentuk tubuh, foto dan video bayi, serta pengecekan nomor gelang bayi sangat penting untuk memastikan keamanan dan identifikasi yang tepat saat berada di fasilitas kesehatan. Semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga keselamatan pasien dan meminimalisir risiko kesalahan yang mungkin terjadi.












