Sebuah penelitian mengungkap bahwa konsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2. Studi yang dilakukan oleh Japan Institute for Health Security (JIHS) dan National Institute for Environmental Studies ini melibatkan 4.800 pekerja tanpa riwayat diabetes pada tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang memiliki kadar merkuri tinggi dalam darah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2, dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar terendah.
Peneliti mencatat bahwa merkuri dapat mengganggu produksi insulin dalam tubuh, yang membantu mengatur kadar gula darah. Sebagai akibatnya, konsumsi ikan tertentu dengan kandungan merkuri tinggi seperti ikan todak, splendid alfonsino, dan tuna sirip biru dapat meningkatkan risiko diabetes. Namun, peneliti juga menegaskan pentingnya tetap mengonsumsi ikan dengan memperhatikan batas asupan merkuri yang aman.
Untuk meminimalkan risiko diabetes akibat merkuri, peneliti merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi ikan todak hingga batas maksimal 140 gram per pekan bagi seseorang dengan berat badan 60 kilogram. Meskipun demikian, konsumsi ikan tetap penting karena memberikan manfaat kesehatan lainnya seperti kandungan protein, asam lemak baik, dan vitamin D yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian, penting bagi individu untuk memilih jenis ikan dengan kadar merkuri rendah seperti cakalang, salmon, kembung, dan makarel untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka tanpa meningkatkan risiko diabetes.












