Child grooming merupakan ancaman serius di era digital karena sering tidak disadari oleh korban dan lingkungan sekitarnya. Praktik ini merupakan kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan secara manipulatif dan terselubung. Menurut Dr. Ariani dari IDAI, child grooming adalah proses membangun kepercayaan dengan anak untuk tujuan eksploitasi seksual. Kasus ini terus meningkat, baik secara langsung maupun melalui platform digital, dengan 2.063 anak menjadi korban kekerasan pada tahun 2025. Beberapa faktor dalam keluarga seperti kebutuhan anak yang tidak terpenuhi, tekanan ekonomi, orang tua yang sibuk, minimnya dukungan sosial, dan kurangnya edukasi tentang bahaya digital dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku child grooming. Kewaspadaan, terutama dari lingkungan keluarga, sangat penting untuk mencegah praktik grooming ini.
Lindungi Anak-Anak dari Bahaya Child Grooming
Read Also
Recommendation for You

Isu perselingkuhan yang melibatkan Ahmad Sahroni dan istrinya, Feby Belinda, tengah menjadi sorotan di media…

Pengalaman tidak menyenangkan diungkapkan oleh Andre Taulany, di mana ia merasa “ditipu” oleh Rully Anggi…

Perkembangan dunia kecantikan tidak lagi hanya mengedepankan penampilan fisik semata. Konten kecantikan saat ini semakin…









